Showing posts with label Interpersonal Communication. Show all posts
Showing posts with label Interpersonal Communication. Show all posts

Monday, January 3, 2011

Septieme Etape -Entry #7-

Epilogue
Hello, readers... Karena ini masih awal Januari 2011, rasanya masih belum terlambat untuk mengucapkan Selamat Tahun Baru 2011!!! Happy New Year 2011!!! Bonne annee 2011!!! Gluckliches Neues Jahr 2011!!! Semoga di tahun yang baru ini semua akan menjadi lebih baik, tidak hanya untuk kita saja, tetapi juga untuk dunia... =D
 
Seperti yang saya tulis di bawah judul, ini adalah entri saya yang terakhir mengenai Interpersonal Communication... Selanjutnya, Journal ini akan digunakan sebagai jurnal dari saya... =) Tapi, jangan khawatir, bagi anda yang ingin membaca lagi entri - entri IC, maka anda dapat mencari label "Interpersonal Communication" di Search di sebelah kanan ini... =)

Entri ini akan menceritakan kembali satu semester pelajaran Komunikasi Interpersonal di Informatika, dan khususnya liputan mengenai pesta akhir penutupan Komunikasi Interpersonal, juga sedikit kesan - kesan saya dalam pelajaran ini...

Nah, setelah satu semester berkutat dengan Komunikasi Interpersonal, tentu tidak sedikit yang berubah dari segala aspek dalam diri kita... Kalau dulu ketika pertama kali saya menulis entri ini, mungkin masih banyak kata - kata yang tidak efektif, banyak pandangan kita yang salah mengenai Komunikasi dan banyak yang masih meremehkan pelajaran IC ini, mungkin sekarang kita menjadi sedikit ketagihan dengan Komunikasi... Dengan adanya pertemuan setiap minggunya, dengan aktifitas yang menarik dan fun, semua dikemas secara santai dan menyenangkan, semua ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semuanya untuk mulai membenahi diri dan yang terutama membenahi hati... Karena dosen Komunikasi Interpersonal pernah menyampaikan pada saya pribadi bahwa Interpersonal Communication adalah pelajaran yang mengajarkan kita untuk belajar dengan hati... Sambil  menulis entri ini, dalam benak saya, saya kembali bernostalgia ke masa - masa pelajaran Semester I Informatika, tidak hanya Komunikasi Interpersonal, tetapi juga yang lainnya...

Di pelajaran IC, kami diajari banyak sekali hal - hal yang bahkan tidak pernah kita pikirkan sebelumnya... Sesuatu yang baru, sesuatu yang berbeda dari yang ada dalam bayangan kita. Semua pelajaran mengenai noise, perception, self, culture, listening, verbal messages, nonverbal messages, dan Service Learning... Semuanya dilakukan tidak hanya dengan kuliah di kelas, namun juga dengan menganalisa film, melakukan permainan sebagai peragaan, dan juga kegiatan praktik seperti Public Speaking dan debat...

Mungkin dari semuanya yang belum saya ulas adalah verbal dan nonverbal messages... Tapi saya harap anda sudah mengerti karena kata itu sudah jelas... ^^ Nonverbal messages adalah pesan yang disampaikan tidak secara pembicaraan atau kata - kata, namun dengan mimik muka, gerakan tubuh maupun kontak mata... Sedangkan sebaliknya adalah verbal messages...

Yang paling berkesan dalam pelajaran ini adalah Service Learning... Kami melakukan pelayanan ke sebuah tempat untuk mengajari mereka mengenai komputer, dan juga mengajari mereka untuk menjadi lebih baik secara karakter. Ketika selesai sebulan Service Learning dilakukan, banyak sekali kenangan yang menyentuh selama sebulan tersebut dan saat kami melakukan penutupan Service Learning dengan acara games dan perpisahan...

Acara penutupan Komunikasi Interpersonal pun berlangsung sangat meriah dan berkesan... Kami mengadakan acara pemutaran film yang kami buat untuk mengulas acara Service Learning... Film yang telah dibuat sangat menarik, lucu dan mengharukan, kami dibuat tersentuh dengan kata - kata yang menyatu dengan cerita dan foto yang ditampilkan. Sebuah acara yang sangat menyenangkan menjelang masa - masa UAS...

Saya sendiri merasa sangat senang dengan pelajaran Komunikasi Interpersonal, di dalam proses kami belajar banyak sekali suka dan duka, banyak kejadian menyenangkan karena adanya kebersamaan, ada juga kejadian yang kurang menyenangkan karena adanya yang bertengkar dan sedikit keributan, namun itulah sebuah proses... Kami berkembang di dalamnya... Kami bertumbuh ke arah yang lebih baik... Walaupun sekarang kelas Komunikasi Interpersonal telah berakhir, namun pelajaran Komunikasi Interpersonal masih akan terus berlangsung selama kita masih hidup dan berelasi dengan sesama kita... Karena kita bisa belajar, bertumbuh dan berkembang dimanapun juga, asalkan kita mau...

Saya rasa cukup sekian untuk entri kali ini, dan sebagai sebuah penutup dari jurnal Interpersonal Communication, saya mengucapkan banyak terima kasih kepada pembaca yang sudah dengan setia membaca dan mengikuti jurnal IC saya... Tenang, jurnal ini tidak akan berhenti sampai disini saja... =) Saya juga meminta maaf apabila ada kata - kata yang menyinggung atau kurang sopan...

Sedikit quote dari saya (sebenarnya ini merupakan versi lengkap dari apa yang saya tulis dibawah "The Erick Leonardo's Journal"):

In a long journey of life, there must be one small path where we must walk our way on, one step at a time...
In a small path of life, there must be one final destination that we want to achieve, one big goal in life...
In an achievement, there must be one process that we have to go through, one big effort minutes by minutes...
In a process, there must be one fiery spirit that we hold onto, one spirit with millions of dreams and hopes...

Sampai jumpa di entri yang lainnya untuk The Erick Leonardo's Journal!!! =D

Sunday, November 28, 2010

Scene 6 -Entry #6-

Readers, selamat datang kembali ke Erick Leonardo's Journal....

Ini adalah entri yang keenam, dan di entri ini saya akan membahas sedikit mengenai Listening...

Ketika saya menyebutkan Listening, apa yang terlintas di pikiran anda? Setiap hari kita semua selalu mendengar... Mulai dari mendengar guru / dosen mengajar, mendengar musik atau berita di TV atau radio, mendengar pembicaraan kawan atau kolega kita, mendengar suara klakson mobil yang memekakkan telinga ketika kita berada di jalan... Tapi apakah semua itu Listening???

Hal tersebut jelas berbeda... ketika kita mendengar, berarti kita tidak melakukan Listening... Kita hanya melakukan Hearing... Listening secara harafiah berarti mendengarkan... Walaupun hanya berbeda di akhiran -kan saja, hal ini memang kelihatan sepele... Namun keduanya sudah jauh berbeda...

Langsung ke contoh saja... (Melihat entri sebelumnya yang terlalu panjang, kelihatannya tidak efektif, justru membuat saya sendiri mengantuk... =D)

Ketika anda sedang berkencan dengan pacar anda, apakah yang akan anda lakukan, mendengar dia berbicara atau mendengarkannya??? Lalu, ketika kita berada di ruang kuliah, apakah anda mendengar dosen berbicara atau mendengarkan dosen tersebut???

Mendengar berarti kita hanya menampung semua hal yang dibicarakan... Sama halnya seperti kita mendengar bunyi klakson mobil... (Tentunya anda tidak memperlakukan kata-kata dosen atau pacar anda seperti bunyi klakson mobil, kan?) Sedangkan mendengarkan, berarti kita mendengar kata-kata dan DILANJUTKAN dengan tahap - tahap Listening...

Tahap yang pertama ialah Receiving (menerima) dimana kita menerima semua yang kita dengar... Lalu, Understanding (memahami), jika anda meningat ada sebuah iklan yang bermottokan "Always Listening, Always Understanding", mungkin hal tersebut ada benarnya juga... Bukan "Always Hearing, Always Understanding" (hal ini tidak mungkin, jika kita sudah mendengar maka kita akan lupa, dan tidka mungkin kita pahami), atau "Always Listening, Never Understanding" (nah, kalau yang ini bukan Listening, tapi memang keras kepala)...

Tahapan yang ketiga adalah Remembering, yaitu mengingat, hal ini yang sering banyak orang lewati termasuk saya, jadi jika setelah saya mendengarkan orang lain, saya langsung lupa apa yang dibicarakan... Untuk mengatasinya, diperlukan tahapan yang keempat, yaitu Evaluating yaitu mengevaluasi kembali pernyataan (statement) yang dikeluarkan oleh lawan bicara anda, dengan bertanya kembali dan memastikan statement lawan anda... Dan yang terakhir adalah Responding, hal ini yang sangat vital dan kritis, tanpa merespons balik lawan anda, dia tidak akan tahu apakah kita sudah mengerti maksud mereka atau belum...

Banyak hal yang kita butuhkan untuk Listening, kita butuh perhatian, konsentrasi, belajar, memori, berpikir kritis, dan kompetensi untuk memberikan respons... Selain itu, Listening merupakan tahap yang semuanya berlangsung sekaligus...

Styles dalam Listening ada 4 yaitu: Empathic and Objective Listening, Nonjudgmental and Critical Listening, Surface and Depth Listening dan Active and Inactive Listening... Dimana keempatnya menjadi sesuatu yang sangat bertentangan satu dengan lainnya...

Sekian untuk entri saya yang keenam... Remember, to listen to someone, we should not only preparing our ear, but also our mind to think, our mouth to respond, our eyes to contact, and our heart to 'LISTEN WITH HEART'... Sampai jumpa di entri selanjutnya!!! =D

Click Here To Visit Lentera!!!

Chapter V -Entry #5-

Good day, readers...

Wah... Lama juga saya tidak menulis di jurnal ini, karena berbagai kesibukan yang menghadang (UTS, tugas - tugas dan sebagainya), dan akhirnya saya kembali mengisi entri yang seharusnya saya tulis...

Pada entri yang kelima ini, (saya harap anda tidak bosan - bosan membaca jurnal yang saya tulis...) saya akan membahas mengenai masalah persepsi dalam Komunikasi Interpersonal.

Persepsi adalah bagaimana kita menyadari sesuatu atau seseorang melalui indera kita.  Ada lima bagian dalam persepsi yang membentuk persepsi kita, diantaranya:

Stimulation atau stimulasi, yang dimaksud dengan stimulasi adalah bagaimana sebuah rangsangan diterima oleh indera kita... Seperti contohnya, ketika kita sedang mendengarkan musik, atau ketika kita sedang meilhat lukisan. (Jelas sekali persepsi tidak akan terjadi tanpa ada yang 'memicu' pemikiran kita...)

Yang kedua ialah Organization atau pengelompokan, biasanya yang dapat dengan mudah dikenali ialah pengelompokan berdasarkan kemiripan (Similarity) ataupun perbedaan (Contrast), dan dua hal yang saya sebutkan tadi adalah pengelompokan berdasarkan proximity (kemiripan). Selain proximity, juga ada pengelompokan berdasarkan schemata, schemata ialah struktur yang abstrak dan ada hanya dalam pemikiran masing - masing individu yang berdasarkan pengalaman ataupun pandangan tiap - tiap orang. Stereotype dan paradigma merupakan contoh dari schemata yang saya sebutkan. Dan yang terakhir, ada pengelompokan berdasarkan scripts, scripts yang dimaksud disini adalah bagaimana informasi yang diberikan sudah dirinci dan diurutkan sehingga menjadi suatu prosedur yang sistematis.

Tahap yang ketiga yang dilalui persepsi ialah Interpretation-Evaluation, interpretasi dan evaluasi adalah tahap dimana kita mencoba untuk mengartikan dan mengevaluasi kembali apa yang kita ketahui dari sesuatu tersebut.

Selanjutnya ialah Memory, tahap ini membuat kita menyaring informasi yang kita terima dari luar sebagaimana yang telah kita interpretasikan dari tahap yang ketiga.  Biasanya, hal - hal yang sesuai dengan pandangan kita pada sesuatu atau seseorang akan dengan mudah masuk ke memori kita, namun hal - hal yang tidak sesuai sering kita lupakan, karena kita menganggap hal tersebut tidak equivalent dengan premis kita semula. Namun, ada kalanya hal yang berkontradiksi dengan interpretasi kita semula mengakibatkan kita untuk memikirkan ulang mengenai pendapat kita, hal ini mengakibatkan informasi tersebut masuk ke bagian khusus dari memori kita.

Tahap terakhir yang berpengaruh pada persepsi ialah Recall, karena biasanya kita akan mengingat kembali hal - hal mengenai seseorang atau sesuatu. Dan yang paling mudah kita ingat ialah informasi yang konsisten atau sesuai dengan schema kita mulanya. Hla yang tidak sesuai dengan schema biasanya akn terlupakan dengan mudah.

Sekarang, saya akan menjelaskan mengenai Perceptual Process... Yang pertama adalah Self Fulfilling Prophecy, yaitu mengenai bagaimana kita percaya akan suatu hal dan kemudian hal tersebut menjadi benar karena kita sendiri. Hal ini disebut juga sebagai Pygmalion Effect. Kemudian ada juga mengenai Implisit Personality Theory seperti "Kita percaya orang tersebut memiliki sifat baik, maka segala yang baik akan kita kaitkan dengan orang itu." (Halo Effect) dan "Kita percaya orang tersebut memiliki sifat buruk, maka segala yang buruk akan kita kaitkan dengan orang itu." (Reverse Halo Effect / Horn Effect) Lalu, ada juga mengenai Perceptual Accentuation yaitu ketika kita diarahkan untuk melihat apa yang kita harapkan untuk terlihat. Hal ini mengarahkan anda untuk mengingat hal - hal baik (positive qualities). Hal ini disebut sebagai Pollyanna Effect. Selain beberapa hal diatas, juga ada Primacy - Recency, yaitu ketika memori kita yang terdahulu lebih mempengaruhi persepsi kita (Primacy) dan ketike memori kita yang paling beru mempengaruhi persepsi kita (Recency). Berikutnya adalah Consistency yaitu persepsi kita yang mengaharapkan orang lain yang kita sukai menyukai kita dan mengharapkan orang lain yang tidak kita sukai, tidak menyukai kita. Self-Serving Bias lebih menekankan kita ke arah memandang diri sendiri dan orang lain. Contohnya, ketika orang lain berbuat salah, kita memandang orang tersebut melakukannya karena dari dalam dirinya sendiri, tapi ketika kita berbuat salah, kita berpersepsi bahwa apa yang kita lakukan karena didorong oleh faktor luar...

Tampaknya dari penjelasan saya diatas, sangat terlihat bagaimana Persepsi sangat mudah sekali menyimpang dari yang seharusya. Ada beberapa cara untuk memperbaiki persepsi kita, yaitu menganalisa persepsi kita, mengecek ulang, dan mengurangi keragu-raguan dengan bertanya ulang, serta meningkatkan sensitivitas kita.


Sekian untuk entri saya yang kelima. Pikirkanlah yang seharusnya anda pikirkan, katakan yang seharusnya anda katakan, lakukan yang seharusnya anda lakukan, karena semuanya akan kembali kepada anda... Sampai jumpa di entri saya yang keenam... =)

Click Here To Visit Lentera!!!

Saturday, September 25, 2010

The Fourth Level -Entry #4-

Readers, welcome to The Erick Leonardo's Journal...

Ini adalah entri saya yang keempat, dan kali ini saya akan menulis tentang diri... Diri adalah sesuatu yang sangat penting dalam Interpersonal Communication, karena tanpa adanya diri - diri yang menjalankan IC, maka, tidak ada komunikasi antara individu yang berbeda latar belakang, pandangan hidup, ataupun mungkin memiliki cerita hidup yang berbeda...

Mengenai tentang diri, apakah anda telah mengenal diri anda dan diri orang lain dengan baik??? Mengenal individu yang anda jadikan lawan bicara ataupun teman sangatlah penting, agar kita tahu batasan mana saja yang dapat kita gunakan dalam berkomunikasi dengan orang - orang disekitar kita.

Hal yang perlu kita ketahui dari diri kita adalah Self Concept kita... Konsep diri adalah bagaimana kita memiliki pandangan terhadap diri kita. Sebagai contoh, orang yang mengonsepkan dirinya sebagai seorang pemimpin akan selalu berpikir kritis untuk memecahkan masalah, dan juga memiliki jiwa seorang pemimpin untuk melakukan sesuatu yang baru dan positif dalam hidupnya agar dapat dijadikan contoh yang dapat ditiru oleh orang lain...

Selain itu, juga ada yang namanya Self Awareness... Yang dimaksud dari self awareness adalah apakah kita menyadari individu yang bagaimanakah kita ini... Individu yang pengertiankah? Atau individu yang semaunya sendiri??? Sehingga kita juga dapat menyadari dan membangun bagaimana hidup kita dan apa yang dapat kita lakukan yang dapat berguna bagi kita dan orang lain...

Yang terakhir adalah Self Esteem, seperti artinya, Self Esteem berarti bagaimana kita menilai diri sendiri, yang biasanya juga dipengaruhi oleh pendapat orang lain disekitar kita. Kita dapat menyadari estimasi orang lain terhadap kita melalui bagaimana penilaian orang lain pada kita, melalui tingkah laku dan tutur bicaranya...

Self Disclosure merupakan sesuatu yang penting, keterbukaan adalah awal dari sebuah perubahan, karena kita dapat membuat diri kita menyadari seberapa orang lain menilai diri kita, seberapa kita menjadi teman bicara yang baik bagi orang lain. Dengan bersikap terbuka, kita dapat membuat orang lain untuk bersikap sebagaimana yang kita inginkan, sehingga konflik antara kita dan lawan bicara dapat dihindari.

Lawan dari Self Disclosure tadi adalah Self Apprehension. Self Apprehension adalah sikap yang menutup diri dari orang lain. Sebenarnya, mungkin hal yang seperti ini bertujuan agar orang lain yang baru berkenalan dengan kita tidak salah paham dengan sikap ataupun sifat kita. Namun, lama kelamaan, hal ini menjadi sebuah gangguan, karena orang lain bisa saja membuat kita merasa tidak enak dan akhirnya terjadilah konflik antar dua individu...

Konsep ini sebenarnya ada dalam Johari Windows... Dalam Johari Windows, dibagi empat ciri berdasarkan kesadaran kita dan orang lain terhadap diri kita:
1. Open (I know myself and YOU know myself too.)
2. Hidden (I know myself but YOU don't know it.)
3. Blind (I don't know myself but YOU know it.)
4. Unknown (Both I and YOU don't know about myself.)

Kita semua pasti menginginkan untuk menjadi tipe Open. Tapi perlu disadari, bahwa dengan keterbukaan, ada kalanya kita dijauhi orang yang kurang suka dengan sifat yang kita miliki. Tetapi kita dapat lebih menghargai orang lain dan diri kita sendiri dalam keterbukaan kita, sehingga relasi yang kita jalin dengan orang lain dapat berjalan dengan baik.

Sekian dulu untuk entri yang keempat... The only ship that can't sink is friendship...

Click Here To Visit Lentera!!!

Episode 3: -Entry #3-

Welcome to the third entry, readers...

Di entri yang ketiga ini, saya akan menjabarkan mengenai bentuk, tujuan, dan ciri - ciri dari IC. Bentuk - bentuk IC dapat berupa bicara secara langsung, tidak langsung, maupun dengan gerakan tubuh kita, seperti saja misalnya: lewat telepon, bertemu dengan lawan bicara, menggunakan bahasa tubuh. Tujuan IC antara lain adalah untuk menjalin relasi dan komunikasi dengan sesama secar profesional agar tidak terjadi sebuah kesalahpahaman yang akan berakibat fatal, dan selain itu juga kita adalah makhluk sosial yang PASTI membutuhkan bantuan dari pihak - pihak yang lainnya.  IC yang efektif dapat dikenali dari beberapa hal, diantaranya adalah apakah segala pesan yang kita sampaikan ditanggapi oleh penerima pesan dengan baik... Komunikasi yang kurang efektif akan mengakibatkan berbagai macam masalah yang muncul, lalu apakah masalah itu dapat diselesaikan???

Sekarang saya akan menjelaskan mengenai konflik yang terjadi karena IC... Yang pertama adalah karena perbedaan culture (budaya)... Sebagai contoh, ketika di Indonesia, menanyakan usai ataupun status sudah lumrah, namun di beberapa tempat di luar negeri, jangan harap anda akan dijawab, pasalnya beberapa orang di luar negeri akan menganggap itu sebagai hal yang private dan anda tidak sopan bila menanyakannya...

Pengaruh kultur pada IC dibedakan menjadi beberapa hal, diantaranya Power Distance, seperti adanya jarak pemisah pada orang yang berbeda status (High Power dan Low Power), adanya Masculinity and Femininity, yaitu perbedaan pandangan hidup (Masculin lebih ke arah KESUKSESAN, Feminin lebih ke arah PERDAMAIAN), Individualist (lebih ke diri sendiri) and Collectivist (lebih ke arah kebersamaan), dan juga adanya High and Low Context... Yang saya sebut terakhir ini sering di-salah persepsi-kan oleh banyak orang...

High Context bukan berarti bahwa orang tersebut pintar, namun karena orang tersebut telah mengetahui maksud dan tujuan dari sang pemberi pesan. Biasanya, penerima pesan mengetahuinya karena sudah berpengalaman, atau mungkin hanya menebak - nebak... Namun, Low Context juga bukan karena orang itu bodoh, tapi karena kurang paham ataupun kurang peka pada maksud si pemberi pesan.

Jadi, perbedaan inilah yang harusnya kita pahami dan kita cari solusi yang tepat agar jarang terjadi konflik dalam komunikasi terhadap sesama.

Sekian dulu untuk entri yang ketiga dari jurnal ini...
Hadapilah segala masalah dengan kepala dingin dan hati yang tenang, jangan mudah menyerah seberat apapun masalah tersebut...

Click Here To Visit Lentera!!!

Thursday, September 23, 2010

Part Deux -Entry #2-

Hello again readers,
Welcome back!!!

Wah, sepertinya seminggu berlalu sangat cepat... Sekarang saya harus membuat sebuah entri baru untuk jurnal saya... Dan baru disadari, ternyata ini masih entri ke-2, yang seharusnya sudah sampai entri ke-5... Jadi, mungkin untuk sekian entri yang saya lewatkan tadi akan saya tulis dalam seminggu... To Be Announced!!! (Tenang, tidak akan terlewat oleh anda...) ^^

Di entri yang kedua ini, saya akan membahas mengenai berpikir kritis dan kreatif...
Pada entri yang pertama, saya sudah sedikit menyinggung mengenai masalah ini... Yang menjadi poin utama dari materi ini adalah bagaimana kita belajar berpikir seperti anak kecil yang berumur dibawah 5 tahun!!! Tapi, tenang dulu..., kita tidak diajari jadi balita lagi... Sekarang, mari kita flashback ke masa lalu...

Masa kecil kita pasti menyenangkan, walaupun menurut beberapa orang tidak bahagia... Namun, setidaknya, kebebasan kita berpikir tidak dibatasi... Coba kita bayangkan, kita ditempa dalam hidup yang banyak diatur... Sehingga terkadang ide - ide yang kita keluarkan adalah ide - ide yang statis... Padahal, kadang - kadang ide dinamis sangat diperlukan dalam proses berpikir. Tak jarang, konsep berpikir ini dosebut - sebut sebagai konsep berpikir out of the box. Konsep ini sangat menarik dan unik untuk setiap orangnya. Coba sekali - kali, kita keluarkan ide kita yang gila... Pastilah ide gila kita yang tadi berbeda untuk setiap orang. Dan hal - hal itu sering menjadi hal yang tidak terpikirkan orang lain. Jika andaikan, pada masa lalu ada hal - hal yang mungkin sedikit 'gila' yang anda lakukan. Mungkin anda akan merasa malu waktu itu sampai sekarang, namun suatu saat, kita akan mengenang masa - masa seperti itu dan tersenyum atau tertawa...

Tapi, hal yang perlu diperhatikan ialah kapan dan dimana kita perlu berpikir yang gila tersebut...

Apa jadinya jika di tengah - tengah meeting yang sangat serius lalu kita melakukan hal gila di depan petinggi - petinggi yang ada di sana??? Jangan sampai kita mempermalukan diri kita di depan orang - orang yang notabene memiliki kedudukan yang terhormat, dan bertindak konyol seperti Mr. Bean padahal suasana sedang serius sekali atau sedang panas...

Selain itu, dalam IC kita juga harus belajar untuk berkenalan pada diri sendiri. Hal yang penting disini ialah bagaimana kita merefleksikan diri kita sendiri, bagaimana kita memandang diri kita... (Dengan jujur tentunya...) Bila kita dapat menjalankan Intrapersonal Communication (komunikasi secara pribadi kepada diri - sendiri) , maka kita dapat menjalankan Interpersonal Communication secara baik pula...

Sekian dulu untuk entri kedua pada jurnal saya...
Sampai jumpa di entri ketiga... Believe in yourself, for you can do anything if you try hard for it...

Click Here To Visit Lentera!!!

Wednesday, September 15, 2010

The First Edition -Entry #1-

Welcome to Erick Leonardo's Journal... ^^
Kalau anda ingin membaca jurnal saya, anda sudah berada pada jalan yang benar. =D


Pada entri yang pertama ini, saya akan membahas sedikit mengenai salah satu pelajaran di Informatika, yaitu:
Interpersonal Communication...
Mungkin anda berpikir saat ini, apa kegunaan dari komunikasi interpersonal? Bukankah kita selalu berkomunikasi setiap hari, setiap saat, setiap waktu? Apa pentingnya kita belajar komunikasi di Informatika? Namun, ternyata tidak, Interpersonal Communication tidak seperti yang anda bayangkan...

Di pelajaran Interpersonal Communication (atau disingkat dengan IC), kita mempelajari hal - hal mendasar dalam berkomunikasi sebagai kebutuhan kita terhadap sesama. Apa yang terjadi kalau kita tidak dapat berkomunikasi? Selain itu, kita belajar untuk berani menyampaikan apa yang ada dalam pikiran kita, belajar nilai - nilai yang perlu ada dalam kehidupan kita, belajar bagaimana kita dapat menghargai hidup kita dan menginspirasi orang lain. Jadi, IC penting sekali, kan?

Tahukah anda, jika komunikasi yang tidak efektif akan mengganggu penyampaian pesan yang anda lakukan terhadap penerima pesan anda? Gangguan komunikasi disebut sebagai 'Noise'. Hal ini akan membuat penerima pesan tidak dapat menangkap maksud anda sebagai pemberi pesan.

Selain kemampuan berbicara kita dilatih, kita juga dilatih kemampuan berpikir kritis dan berpikir segala sesuatu yang kreatif. Jadi dengan pelajaran ini, kita dapat bebas mengungkapkan apapun, tidak perlu malu apalagi takut dalam berbicara di depan umum mengenai apapun dalam pikiran kita (tentunya, asalkan tidak memalukan...).

Jadi, diharapkan dari pelajaran Interpersonal Communication, agar kita dapat belajar mengenai komunikasi 2 arah yang baik dan benar, dan pelajaran ini akan sangat berguna baik sekarang maupun di masa mendatang ketika kita berada di dunia karir.

Sekian dulu untuk entri saya yang pertama. Jangan lupa, jangan menganggap remeh sesuatu yang kecil dan jangan menyia - nyiakan sesuatu yang anda lakukan. Beranilah berbicara.

Untuk membaca entry saya yang kedua, dan pastinya sesuatu yang menarik, silahkan mengecek Erick Leonardo's Journal secara rutin.

Click Here To Visit Lentera!!!