Readers...
Tidak terasa, sudah lama sekali jurnal ini tidak saya isi. Berbagai macam kesibukan dan pekerjaan kuliah membuat saya 'lupa' pada jurnal ini. Dan, akhirnya, setelah 1 tahun, 1 bulan, 1 hari (tidak ada maksud tertentu, ini murni kebetulan... ^^) saya kembali lagi melihat entri - entri saya yang dulu...
Sudah 1 tahun berlalu sejak saya menjadi mahasiswa semester 1 (mahasiswa baru) yang harus mempelajari mata kuliah Komunikasi Interpersonal dan menjalani proses Service Learning. Dan pastinya, selama waktu terus berjalan, pasti ada cerita baru... Saya sudah menjadi mahasiswa semester 3 dan terus mempelajari hal - hal baru dan mata kuliah baru... Tentu saja, mata kuliah Komunikasi Interpersonal tidak tertinggal begitu saja. Generasi baru pun dimulai... Mahasiswa baru Jurusan Teknik Informatika pasti akan menjalani hal yang sama seperti yang dulu saya jalani. Dan cerita baru bergulir:
Sekarang ini, biarpun saya sudah bukan mahasiswa baru lagi, tidak berarti saya lepas dari proses Service Learning. Semester 3 ini, saya membuat sebuah sistem baru untuk Service Learning Komunikasi Interpersonal. Ya, saya bertanggung jawab atas sistem yang saya buat! Dengan demikian, saya pun kembali ber-Service Learning ria.
Sistem baru ini saya beri nama sistem Co-Mentor. Apa itu Co-Mentor? Jadi, begini ceritanya... Dulu, ketika saya menjalani Service Learning, saya mendapat seorang dosen pembimbing yang menjadi Mentor saya. Namun, beberapa kelompok lain (yang pasti juga ada Mentor masing - masing) mendapat beberapa kesulitan. Hal tersebut menginspirasi saya untuk kembali melibatkan beberapa mahasiswa senior yang berkerinduan (aduh, bahasanya...) untuk kembali menjalani Service Learning! Dan merekalah Co-Mentor tersebut.
Co-Mentor sebenarnya bertujuan untuk membantu mahasiswa baru menjalani Service Learning. Mereka juga menjadi jembatan antara mahasiswa baru untuk mengenal dosen - dosen dan teman - teman baru mereka. Dan yang paling penting, Co-Mentor adalah kakak - kakak yang menyemangati mahasiswa baru untuk terus berkembang!
Banyak hal terjadi selama saya mengasuh sistem baru yang saya buat ini. Bukan hanya kenangan yang manis, bukan hanya kenangan yang menyenangkan, tapi ada juga yang sempat membuat saya stress, dan mengharukan. Cerita - cerita tersebut akan saya ulas nanti dalam entri - entri flashback sistem Co-Mentor. Entri - entri tersebut akan saya labeli dengan label "Co-Mentor" dan "Service Learning".
Stay tuned!
You will never be a leader unless you first learn to follow and be led. -Tiorio
The Erick Leonardo's Journal
In a long journey of life, there must be one small path where we must walk our way on, one step at a time...
Friday, February 3, 2012
Monday, February 28, 2011
Without U
Without U
by: Erick Leonardo
Once, I realize I am in a world
At present and moving onward
It is very similar, it is very real
Yet I still can strongly feel
There is a strange feeling
There is someone missing
I am attempting to give calls
And hoping it to be false
I am starting to wonder
For me, it is a big matter
A face missing from my sight
I think this will not be right
Deep the fear of losing
I am not exaggerating
Only expecting that it is no joking
For it will really be a tragic thing
No, it’s not merely an estimation
I have some kind of reflection
I think everything is gone from my life
Will not fall to darkness, I will strive
With my everlasting spirit
I will make my way so we meet
I cannot bear it anymore
Despite my life shall I trade it for
Wherever, whenever, whatever
I will bring my best effort forever
As long as I can breathe
As long as my heart beats
Please let me to bring the smile back
Into the world that has gone black
-----------------------------------------------------------------------------
Maybe this poem is touching without “U”…
But, I want to make an important point that…
Without u, my life will be nothing but empty…
by: Erick Leonardo
Once, I realize I am in a world
At present and moving onward
It is very similar, it is very real
Yet I still can strongly feel
There is a strange feeling
There is someone missing
I am attempting to give calls
And hoping it to be false
I am starting to wonder
For me, it is a big matter
A face missing from my sight
I think this will not be right
Deep the fear of losing
I am not exaggerating
Only expecting that it is no joking
For it will really be a tragic thing
No, it’s not merely an estimation
I have some kind of reflection
I think everything is gone from my life
Will not fall to darkness, I will strive
With my everlasting spirit
I will make my way so we meet
I cannot bear it anymore
Despite my life shall I trade it for
Wherever, whenever, whatever
I will bring my best effort forever
As long as I can breathe
As long as my heart beats
Please let me to bring the smile back
Into the world that has gone black
-----------------------------------------------------------------------------
Maybe this poem is touching without “U”…
But, I want to make an important point that…
Without u, my life will be nothing but empty…
Thursday, February 10, 2011
LET'S DO IT!!!
Hello again, readers!!! =D
Ini adalah entri pertama saya setelah entri Komunikasi Interpersonal saya yang sebelumnya. Dan di entri ini, saya akan menulis mengenai sebuah pengalaman yang sangat bernilai yang saya dapatkan dalam Informatics Camp 2011... Informatics Camp 2011 adalah kamp jurusan Informatika yang dilaksanakan pada 20 - 22 Januari kemarin. Di kamp ini, kami diberi sesi - sesi yang menjelaskan mengenai bagaimana kita menjadi mahasiswa Informatika yang dapat berguna bagi dunia di masa mendatang. Pertama kali kami mengira kamp ini akan sangat merepotkan dan merupakan ajang perpeloncoan, (dan kita, para mahasiswa baru, menjadi objek perpeloncoan itu...) tapi ternyata... kamp ini sangat menyenangkan... Hehehe... =) It's FUN!!! Kami menjadi akrab dengan teman - teman satu jurusan Informatika, mendapat banyak pengalaman yang belum pernah kami alami sebelumnya, dan mendapat pelajaran berharga dalam hidup ini...
Mengambil tema "LET'S DO IT!", kami pun menjalani 3 hari yang menurut kami sangat mengasyikkan... Kami berangkat menggunakan truk TNI-AL!!! (Sesak, sih... Tapi jarang - jarang kan...) =D Lalu kami pun menjalani aktivitas seperti sesi, Inbound, Outbound, dan Jalan Malam... Acara yang dikemas pun sangat menarik... Para kakak panitia yang kami kira akan "berakting" seram dan kejam (wuih, maaf kalau kedengarannya jadi jahat sekali...) ternyata malah dengan baiknya membantu kita, mengingatkan kita kalau ada acara, (maklum, kita jadi lupa waktu...) membangunkan kita pada pagi harinya, (bagi yang susah bangun, terbantu kan?!) dan juga bercanda dan tertawa bersama kami... =)
Readers, itulah sekelumit mengenai kegiatan dan pengalaman saya waktu campjur, (begitu kami biasa menyebutnya...) tapi bukan itu poin utama yang ingin saya bagikan disini... =) Saya ingin share mengenai "pelajaran" yang saya dapatkan dari campjur itu... Selama Inbound dan Outbound, kami diajak untuk sedikit bermain - main dan belajar mengenai esensi dalam permainan tersebut, dan yang paling berkesan adalah saat kami menjalani Jalan Malam... Kami harus berjalan melewati 8 pos melalui kegelapan malam, hanya berbekal 6 senter buatan sendiri, kelompok yang beranggotakan 6 orang harus berjalan menyusuri area sekeliling yang berliku - liku...
Di pos pertama (pos LOVE), kami diajarkan mengenai love... Love bukanlah mencintai, namun mengasihi... Mengasihi adalah sesuatu yang mendasar yang bisa kita lakukan pada semua orang, hewan, tumbuhan, bahkan benda mati... Berikutnya adalah pos EDUCATION, kami diajak untuk merenung dan merefleksikan kesungguhan hati kami untuk belajar dan mencari ilmu... Pos ketiga adalah pos TEAMWORK, dimana pos ini menyajikan sebuah permainan yang membutuhkan kerjasama yang tinggi... Pos keempat adalah pos SOCIAL LIFE, di pos ini, kami belajar untuk bersosialisasi dengan orang, dan bagaimana supaya apa yang kita sampaikan dapat dimengerti dengan baik oleh orang lain.
Pos kelima adalah pos DREAM, jelas bahwa semua orang memiliki sebuah impian / tujuan, namun hal yang berpengaruh adalah bagaimana kita bisa bersungguh - sungguh menjalani dan mewujudkan impian tersebut. Berikutnya adalah pos OBEDIENCE, obedience berarti ketaatan, disini kami diajak untuk bersikap jujur dan mengakui semua bentuk ketidaktaatan yang kami lakukan selama campjur... Dan di pos ini pula, kami ditawari untuk menukarkan salah satu anggota kami dengan sebuah senter yang terang... Tentu saja, ketaatan kami diuji... Sebuah prinsip yang kami pegang untuk kembali berenam... (sesuai dengan jumlah anggota kami ketika kami berangkat)
Di pos ketujuh adalah pos INTEGRITY, integritas merupakan hal yang penting, dan itu merupakan bentuk dedikasi kita terhadap hidup kita, sebuah prinsip yang kita pegang teguh dalam hidup ini... Pos terakhir adalah pos TRUST, disini, kami diajak untuk masuk ke labirin dengan hanya satu senter saja... Tentu dibutuhkan kepercayaan antar anggotanya untuk melewati labirin tersebut... Dan setelah semuanya berakhir, kami diajak untuk menikmati api unggun dan "membakar" kesulitan kami di Informatika...
Mari kita refleksi kembali nilai - nilai yang kami pelajari:
Love
Education
Teamwork
Social Life
Dream
Obedience
Integrity
Trust
Entah mengapa, setelah campjur ini berakhir dan kami semua kembali ke Surabaya, hal ini terus menggema dalam pikiran saya... Menurut saya ini merupakan nilai - nilai yang harus kita jalani dan kita berikan pengaruhnya kepada orang lain, sehingga semua orang juga memiliki prinsip - prinsip ini dalam hidupnya... (Saya rasa semangat LET'S DO IT! ini harus ditularkan kepada orang lain...) =)
Jadi, readers, teruslah lakukan hal positif dalam hidup kita dan berpeganglah pada semangat LET'S DO IT!
So, LET'S DO IT!!! Sampai jumpa di entri berikutnya!!! =)
P.S.: Thanks untuk kakak - kakak panitia yang sudah menggagas tema dan acara ini... Semangat LET'S DO IT! ini harus kita sebarkan kepada semua orang... =) LET'S DO IT!!! =D
Ini adalah entri pertama saya setelah entri Komunikasi Interpersonal saya yang sebelumnya. Dan di entri ini, saya akan menulis mengenai sebuah pengalaman yang sangat bernilai yang saya dapatkan dalam Informatics Camp 2011... Informatics Camp 2011 adalah kamp jurusan Informatika yang dilaksanakan pada 20 - 22 Januari kemarin. Di kamp ini, kami diberi sesi - sesi yang menjelaskan mengenai bagaimana kita menjadi mahasiswa Informatika yang dapat berguna bagi dunia di masa mendatang. Pertama kali kami mengira kamp ini akan sangat merepotkan dan merupakan ajang perpeloncoan, (dan kita, para mahasiswa baru, menjadi objek perpeloncoan itu...) tapi ternyata... kamp ini sangat menyenangkan... Hehehe... =) It's FUN!!! Kami menjadi akrab dengan teman - teman satu jurusan Informatika, mendapat banyak pengalaman yang belum pernah kami alami sebelumnya, dan mendapat pelajaran berharga dalam hidup ini...
Mengambil tema "LET'S DO IT!", kami pun menjalani 3 hari yang menurut kami sangat mengasyikkan... Kami berangkat menggunakan truk TNI-AL!!! (Sesak, sih... Tapi jarang - jarang kan...) =D Lalu kami pun menjalani aktivitas seperti sesi, Inbound, Outbound, dan Jalan Malam... Acara yang dikemas pun sangat menarik... Para kakak panitia yang kami kira akan "berakting" seram dan kejam (wuih, maaf kalau kedengarannya jadi jahat sekali...) ternyata malah dengan baiknya membantu kita, mengingatkan kita kalau ada acara, (maklum, kita jadi lupa waktu...) membangunkan kita pada pagi harinya, (bagi yang susah bangun, terbantu kan?!) dan juga bercanda dan tertawa bersama kami... =)
Readers, itulah sekelumit mengenai kegiatan dan pengalaman saya waktu campjur, (begitu kami biasa menyebutnya...) tapi bukan itu poin utama yang ingin saya bagikan disini... =) Saya ingin share mengenai "pelajaran" yang saya dapatkan dari campjur itu... Selama Inbound dan Outbound, kami diajak untuk sedikit bermain - main dan belajar mengenai esensi dalam permainan tersebut, dan yang paling berkesan adalah saat kami menjalani Jalan Malam... Kami harus berjalan melewati 8 pos melalui kegelapan malam, hanya berbekal 6 senter buatan sendiri, kelompok yang beranggotakan 6 orang harus berjalan menyusuri area sekeliling yang berliku - liku...
Di pos pertama (pos LOVE), kami diajarkan mengenai love... Love bukanlah mencintai, namun mengasihi... Mengasihi adalah sesuatu yang mendasar yang bisa kita lakukan pada semua orang, hewan, tumbuhan, bahkan benda mati... Berikutnya adalah pos EDUCATION, kami diajak untuk merenung dan merefleksikan kesungguhan hati kami untuk belajar dan mencari ilmu... Pos ketiga adalah pos TEAMWORK, dimana pos ini menyajikan sebuah permainan yang membutuhkan kerjasama yang tinggi... Pos keempat adalah pos SOCIAL LIFE, di pos ini, kami belajar untuk bersosialisasi dengan orang, dan bagaimana supaya apa yang kita sampaikan dapat dimengerti dengan baik oleh orang lain.
Pos kelima adalah pos DREAM, jelas bahwa semua orang memiliki sebuah impian / tujuan, namun hal yang berpengaruh adalah bagaimana kita bisa bersungguh - sungguh menjalani dan mewujudkan impian tersebut. Berikutnya adalah pos OBEDIENCE, obedience berarti ketaatan, disini kami diajak untuk bersikap jujur dan mengakui semua bentuk ketidaktaatan yang kami lakukan selama campjur... Dan di pos ini pula, kami ditawari untuk menukarkan salah satu anggota kami dengan sebuah senter yang terang... Tentu saja, ketaatan kami diuji... Sebuah prinsip yang kami pegang untuk kembali berenam... (sesuai dengan jumlah anggota kami ketika kami berangkat)
Di pos ketujuh adalah pos INTEGRITY, integritas merupakan hal yang penting, dan itu merupakan bentuk dedikasi kita terhadap hidup kita, sebuah prinsip yang kita pegang teguh dalam hidup ini... Pos terakhir adalah pos TRUST, disini, kami diajak untuk masuk ke labirin dengan hanya satu senter saja... Tentu dibutuhkan kepercayaan antar anggotanya untuk melewati labirin tersebut... Dan setelah semuanya berakhir, kami diajak untuk menikmati api unggun dan "membakar" kesulitan kami di Informatika...
Mari kita refleksi kembali nilai - nilai yang kami pelajari:
Love
Education
Teamwork
Social Life
Dream
Obedience
Integrity
Trust
Entah mengapa, setelah campjur ini berakhir dan kami semua kembali ke Surabaya, hal ini terus menggema dalam pikiran saya... Menurut saya ini merupakan nilai - nilai yang harus kita jalani dan kita berikan pengaruhnya kepada orang lain, sehingga semua orang juga memiliki prinsip - prinsip ini dalam hidupnya... (Saya rasa semangat LET'S DO IT! ini harus ditularkan kepada orang lain...) =)
Jadi, readers, teruslah lakukan hal positif dalam hidup kita dan berpeganglah pada semangat LET'S DO IT!
So, LET'S DO IT!!! Sampai jumpa di entri berikutnya!!! =)
P.S.: Thanks untuk kakak - kakak panitia yang sudah menggagas tema dan acara ini... Semangat LET'S DO IT! ini harus kita sebarkan kepada semua orang... =) LET'S DO IT!!! =D
Monday, January 3, 2011
Septieme Etape -Entry #7-
Epilogue
Hello, readers... Karena ini masih awal Januari 2011, rasanya masih belum terlambat untuk mengucapkan Selamat Tahun Baru 2011!!! Happy New Year 2011!!! Bonne annee 2011!!! Gluckliches Neues Jahr 2011!!! Semoga di tahun yang baru ini semua akan menjadi lebih baik, tidak hanya untuk kita saja, tetapi juga untuk dunia... =D
Seperti yang saya tulis di bawah judul, ini adalah entri saya yang terakhir mengenai Interpersonal Communication... Selanjutnya, Journal ini akan digunakan sebagai jurnal dari saya... =) Tapi, jangan khawatir, bagi anda yang ingin membaca lagi entri - entri IC, maka anda dapat mencari label "Interpersonal Communication" di Search di sebelah kanan ini... =)
Entri ini akan menceritakan kembali satu semester pelajaran Komunikasi Interpersonal di Informatika, dan khususnya liputan mengenai pesta akhir penutupan Komunikasi Interpersonal, juga sedikit kesan - kesan saya dalam pelajaran ini...
Nah, setelah satu semester berkutat dengan Komunikasi Interpersonal, tentu tidak sedikit yang berubah dari segala aspek dalam diri kita... Kalau dulu ketika pertama kali saya menulis entri ini, mungkin masih banyak kata - kata yang tidak efektif, banyak pandangan kita yang salah mengenai Komunikasi dan banyak yang masih meremehkan pelajaran IC ini, mungkin sekarang kita menjadi sedikit ketagihan dengan Komunikasi... Dengan adanya pertemuan setiap minggunya, dengan aktifitas yang menarik dan fun, semua dikemas secara santai dan menyenangkan, semua ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semuanya untuk mulai membenahi diri dan yang terutama membenahi hati... Karena dosen Komunikasi Interpersonal pernah menyampaikan pada saya pribadi bahwa Interpersonal Communication adalah pelajaran yang mengajarkan kita untuk belajar dengan hati... Sambil menulis entri ini, dalam benak saya, saya kembali bernostalgia ke masa - masa pelajaran Semester I Informatika, tidak hanya Komunikasi Interpersonal, tetapi juga yang lainnya...
Di pelajaran IC, kami diajari banyak sekali hal - hal yang bahkan tidak pernah kita pikirkan sebelumnya... Sesuatu yang baru, sesuatu yang berbeda dari yang ada dalam bayangan kita. Semua pelajaran mengenai noise, perception, self, culture, listening, verbal messages, nonverbal messages, dan Service Learning... Semuanya dilakukan tidak hanya dengan kuliah di kelas, namun juga dengan menganalisa film, melakukan permainan sebagai peragaan, dan juga kegiatan praktik seperti Public Speaking dan debat...
Mungkin dari semuanya yang belum saya ulas adalah verbal dan nonverbal messages... Tapi saya harap anda sudah mengerti karena kata itu sudah jelas... ^^ Nonverbal messages adalah pesan yang disampaikan tidak secara pembicaraan atau kata - kata, namun dengan mimik muka, gerakan tubuh maupun kontak mata... Sedangkan sebaliknya adalah verbal messages...
Yang paling berkesan dalam pelajaran ini adalah Service Learning... Kami melakukan pelayanan ke sebuah tempat untuk mengajari mereka mengenai komputer, dan juga mengajari mereka untuk menjadi lebih baik secara karakter. Ketika selesai sebulan Service Learning dilakukan, banyak sekali kenangan yang menyentuh selama sebulan tersebut dan saat kami melakukan penutupan Service Learning dengan acara games dan perpisahan...
Di pelajaran IC, kami diajari banyak sekali hal - hal yang bahkan tidak pernah kita pikirkan sebelumnya... Sesuatu yang baru, sesuatu yang berbeda dari yang ada dalam bayangan kita. Semua pelajaran mengenai noise, perception, self, culture, listening, verbal messages, nonverbal messages, dan Service Learning... Semuanya dilakukan tidak hanya dengan kuliah di kelas, namun juga dengan menganalisa film, melakukan permainan sebagai peragaan, dan juga kegiatan praktik seperti Public Speaking dan debat...
Mungkin dari semuanya yang belum saya ulas adalah verbal dan nonverbal messages... Tapi saya harap anda sudah mengerti karena kata itu sudah jelas... ^^ Nonverbal messages adalah pesan yang disampaikan tidak secara pembicaraan atau kata - kata, namun dengan mimik muka, gerakan tubuh maupun kontak mata... Sedangkan sebaliknya adalah verbal messages...
Yang paling berkesan dalam pelajaran ini adalah Service Learning... Kami melakukan pelayanan ke sebuah tempat untuk mengajari mereka mengenai komputer, dan juga mengajari mereka untuk menjadi lebih baik secara karakter. Ketika selesai sebulan Service Learning dilakukan, banyak sekali kenangan yang menyentuh selama sebulan tersebut dan saat kami melakukan penutupan Service Learning dengan acara games dan perpisahan...
Acara penutupan Komunikasi Interpersonal pun berlangsung sangat meriah dan berkesan... Kami mengadakan acara pemutaran film yang kami buat untuk mengulas acara Service Learning... Film yang telah dibuat sangat menarik, lucu dan mengharukan, kami dibuat tersentuh dengan kata - kata yang menyatu dengan cerita dan foto yang ditampilkan. Sebuah acara yang sangat menyenangkan menjelang masa - masa UAS...
Saya sendiri merasa sangat senang dengan pelajaran Komunikasi Interpersonal, di dalam proses kami belajar banyak sekali suka dan duka, banyak kejadian menyenangkan karena adanya kebersamaan, ada juga kejadian yang kurang menyenangkan karena adanya yang bertengkar dan sedikit keributan, namun itulah sebuah proses... Kami berkembang di dalamnya... Kami bertumbuh ke arah yang lebih baik... Walaupun sekarang kelas Komunikasi Interpersonal telah berakhir, namun pelajaran Komunikasi Interpersonal masih akan terus berlangsung selama kita masih hidup dan berelasi dengan sesama kita... Karena kita bisa belajar, bertumbuh dan berkembang dimanapun juga, asalkan kita mau...
Saya rasa cukup sekian untuk entri kali ini, dan sebagai sebuah penutup dari jurnal Interpersonal Communication, saya mengucapkan banyak terima kasih kepada pembaca yang sudah dengan setia membaca dan mengikuti jurnal IC saya... Tenang, jurnal ini tidak akan berhenti sampai disini saja... =) Saya juga meminta maaf apabila ada kata - kata yang menyinggung atau kurang sopan...
Sedikit quote dari saya (sebenarnya ini merupakan versi lengkap dari apa yang saya tulis dibawah "The Erick Leonardo's Journal"):
Sedikit quote dari saya (sebenarnya ini merupakan versi lengkap dari apa yang saya tulis dibawah "The Erick Leonardo's Journal"):
In a long journey of life, there must be one small path where we must walk our way on, one step at a time...
In a small path of life, there must be one final destination that we want to achieve, one big goal in life...
In an achievement, there must be one process that we have to go through, one big effort minutes by minutes...
In a process, there must be one fiery spirit that we hold onto, one spirit with millions of dreams and hopes...
In a small path of life, there must be one final destination that we want to achieve, one big goal in life...
In an achievement, there must be one process that we have to go through, one big effort minutes by minutes...
In a process, there must be one fiery spirit that we hold onto, one spirit with millions of dreams and hopes...
Sampai jumpa di entri yang lainnya untuk The Erick Leonardo's Journal!!! =D
Sunday, November 28, 2010
Scene 6 -Entry #6-
Readers, selamat datang kembali ke Erick Leonardo's Journal....
Ini adalah entri yang keenam, dan di entri ini saya akan membahas sedikit mengenai Listening...
Ketika saya menyebutkan Listening, apa yang terlintas di pikiran anda? Setiap hari kita semua selalu mendengar... Mulai dari mendengar guru / dosen mengajar, mendengar musik atau berita di TV atau radio, mendengar pembicaraan kawan atau kolega kita, mendengar suara klakson mobil yang memekakkan telinga ketika kita berada di jalan... Tapi apakah semua itu Listening???
Hal tersebut jelas berbeda... ketika kita mendengar, berarti kita tidak melakukan Listening... Kita hanya melakukan Hearing... Listening secara harafiah berarti mendengarkan... Walaupun hanya berbeda di akhiran -kan saja, hal ini memang kelihatan sepele... Namun keduanya sudah jauh berbeda...
Langsung ke contoh saja... (Melihat entri sebelumnya yang terlalu panjang, kelihatannya tidak efektif, justru membuat saya sendiri mengantuk... =D)
Ketika anda sedang berkencan dengan pacar anda, apakah yang akan anda lakukan, mendengar dia berbicara atau mendengarkannya??? Lalu, ketika kita berada di ruang kuliah, apakah anda mendengar dosen berbicara atau mendengarkan dosen tersebut???
Mendengar berarti kita hanya menampung semua hal yang dibicarakan... Sama halnya seperti kita mendengar bunyi klakson mobil... (Tentunya anda tidak memperlakukan kata-kata dosen atau pacar anda seperti bunyi klakson mobil, kan?) Sedangkan mendengarkan, berarti kita mendengar kata-kata dan DILANJUTKAN dengan tahap - tahap Listening...
Tahap yang pertama ialah Receiving (menerima) dimana kita menerima semua yang kita dengar... Lalu, Understanding (memahami), jika anda meningat ada sebuah iklan yang bermottokan "Always Listening, Always Understanding", mungkin hal tersebut ada benarnya juga... Bukan "Always Hearing, Always Understanding" (hal ini tidak mungkin, jika kita sudah mendengar maka kita akan lupa, dan tidka mungkin kita pahami), atau "Always Listening, Never Understanding" (nah, kalau yang ini bukan Listening, tapi memang keras kepala)...
Tahapan yang ketiga adalah Remembering, yaitu mengingat, hal ini yang sering banyak orang lewati termasuk saya, jadi jika setelah saya mendengarkan orang lain, saya langsung lupa apa yang dibicarakan... Untuk mengatasinya, diperlukan tahapan yang keempat, yaitu Evaluating yaitu mengevaluasi kembali pernyataan (statement) yang dikeluarkan oleh lawan bicara anda, dengan bertanya kembali dan memastikan statement lawan anda... Dan yang terakhir adalah Responding, hal ini yang sangat vital dan kritis, tanpa merespons balik lawan anda, dia tidak akan tahu apakah kita sudah mengerti maksud mereka atau belum...
Banyak hal yang kita butuhkan untuk Listening, kita butuh perhatian, konsentrasi, belajar, memori, berpikir kritis, dan kompetensi untuk memberikan respons... Selain itu, Listening merupakan tahap yang semuanya berlangsung sekaligus...
Styles dalam Listening ada 4 yaitu: Empathic and Objective Listening, Nonjudgmental and Critical Listening, Surface and Depth Listening dan Active and Inactive Listening... Dimana keempatnya menjadi sesuatu yang sangat bertentangan satu dengan lainnya...
Sekian untuk entri saya yang keenam... Remember, to listen to someone, we should not only preparing our ear, but also our mind to think, our mouth to respond, our eyes to contact, and our heart to 'LISTEN WITH HEART'... Sampai jumpa di entri selanjutnya!!! =D
Click Here To Visit Lentera!!!
Ini adalah entri yang keenam, dan di entri ini saya akan membahas sedikit mengenai Listening...
Ketika saya menyebutkan Listening, apa yang terlintas di pikiran anda? Setiap hari kita semua selalu mendengar... Mulai dari mendengar guru / dosen mengajar, mendengar musik atau berita di TV atau radio, mendengar pembicaraan kawan atau kolega kita, mendengar suara klakson mobil yang memekakkan telinga ketika kita berada di jalan... Tapi apakah semua itu Listening???
Hal tersebut jelas berbeda... ketika kita mendengar, berarti kita tidak melakukan Listening... Kita hanya melakukan Hearing... Listening secara harafiah berarti mendengarkan... Walaupun hanya berbeda di akhiran -kan saja, hal ini memang kelihatan sepele... Namun keduanya sudah jauh berbeda...
Langsung ke contoh saja... (Melihat entri sebelumnya yang terlalu panjang, kelihatannya tidak efektif, justru membuat saya sendiri mengantuk... =D)
Ketika anda sedang berkencan dengan pacar anda, apakah yang akan anda lakukan, mendengar dia berbicara atau mendengarkannya??? Lalu, ketika kita berada di ruang kuliah, apakah anda mendengar dosen berbicara atau mendengarkan dosen tersebut???
Mendengar berarti kita hanya menampung semua hal yang dibicarakan... Sama halnya seperti kita mendengar bunyi klakson mobil... (Tentunya anda tidak memperlakukan kata-kata dosen atau pacar anda seperti bunyi klakson mobil, kan?) Sedangkan mendengarkan, berarti kita mendengar kata-kata dan DILANJUTKAN dengan tahap - tahap Listening...
Tahap yang pertama ialah Receiving (menerima) dimana kita menerima semua yang kita dengar... Lalu, Understanding (memahami), jika anda meningat ada sebuah iklan yang bermottokan "Always Listening, Always Understanding", mungkin hal tersebut ada benarnya juga... Bukan "Always Hearing, Always Understanding" (hal ini tidak mungkin, jika kita sudah mendengar maka kita akan lupa, dan tidka mungkin kita pahami), atau "Always Listening, Never Understanding" (nah, kalau yang ini bukan Listening, tapi memang keras kepala)...
Tahapan yang ketiga adalah Remembering, yaitu mengingat, hal ini yang sering banyak orang lewati termasuk saya, jadi jika setelah saya mendengarkan orang lain, saya langsung lupa apa yang dibicarakan... Untuk mengatasinya, diperlukan tahapan yang keempat, yaitu Evaluating yaitu mengevaluasi kembali pernyataan (statement) yang dikeluarkan oleh lawan bicara anda, dengan bertanya kembali dan memastikan statement lawan anda... Dan yang terakhir adalah Responding, hal ini yang sangat vital dan kritis, tanpa merespons balik lawan anda, dia tidak akan tahu apakah kita sudah mengerti maksud mereka atau belum...
Banyak hal yang kita butuhkan untuk Listening, kita butuh perhatian, konsentrasi, belajar, memori, berpikir kritis, dan kompetensi untuk memberikan respons... Selain itu, Listening merupakan tahap yang semuanya berlangsung sekaligus...
Styles dalam Listening ada 4 yaitu: Empathic and Objective Listening, Nonjudgmental and Critical Listening, Surface and Depth Listening dan Active and Inactive Listening... Dimana keempatnya menjadi sesuatu yang sangat bertentangan satu dengan lainnya...
Sekian untuk entri saya yang keenam... Remember, to listen to someone, we should not only preparing our ear, but also our mind to think, our mouth to respond, our eyes to contact, and our heart to 'LISTEN WITH HEART'... Sampai jumpa di entri selanjutnya!!! =D
Click Here To Visit Lentera!!!
Chapter V -Entry #5-
Good day, readers...
Wah... Lama juga saya tidak menulis di jurnal ini, karena berbagai kesibukan yang menghadang (UTS, tugas - tugas dan sebagainya), dan akhirnya saya kembali mengisi entri yang seharusnya saya tulis...
Pada entri yang kelima ini, (saya harap anda tidak bosan - bosan membaca jurnal yang saya tulis...) saya akan membahas mengenai masalah persepsi dalam Komunikasi Interpersonal.
Persepsi adalah bagaimana kita menyadari sesuatu atau seseorang melalui indera kita. Ada lima bagian dalam persepsi yang membentuk persepsi kita, diantaranya:
Stimulation atau stimulasi, yang dimaksud dengan stimulasi adalah bagaimana sebuah rangsangan diterima oleh indera kita... Seperti contohnya, ketika kita sedang mendengarkan musik, atau ketika kita sedang meilhat lukisan. (Jelas sekali persepsi tidak akan terjadi tanpa ada yang 'memicu' pemikiran kita...)
Yang kedua ialah Organization atau pengelompokan, biasanya yang dapat dengan mudah dikenali ialah pengelompokan berdasarkan kemiripan (Similarity) ataupun perbedaan (Contrast), dan dua hal yang saya sebutkan tadi adalah pengelompokan berdasarkan proximity (kemiripan). Selain proximity, juga ada pengelompokan berdasarkan schemata, schemata ialah struktur yang abstrak dan ada hanya dalam pemikiran masing - masing individu yang berdasarkan pengalaman ataupun pandangan tiap - tiap orang. Stereotype dan paradigma merupakan contoh dari schemata yang saya sebutkan. Dan yang terakhir, ada pengelompokan berdasarkan scripts, scripts yang dimaksud disini adalah bagaimana informasi yang diberikan sudah dirinci dan diurutkan sehingga menjadi suatu prosedur yang sistematis.
Tahap yang ketiga yang dilalui persepsi ialah Interpretation-Evaluation, interpretasi dan evaluasi adalah tahap dimana kita mencoba untuk mengartikan dan mengevaluasi kembali apa yang kita ketahui dari sesuatu tersebut.
Selanjutnya ialah Memory, tahap ini membuat kita menyaring informasi yang kita terima dari luar sebagaimana yang telah kita interpretasikan dari tahap yang ketiga. Biasanya, hal - hal yang sesuai dengan pandangan kita pada sesuatu atau seseorang akan dengan mudah masuk ke memori kita, namun hal - hal yang tidak sesuai sering kita lupakan, karena kita menganggap hal tersebut tidak equivalent dengan premis kita semula. Namun, ada kalanya hal yang berkontradiksi dengan interpretasi kita semula mengakibatkan kita untuk memikirkan ulang mengenai pendapat kita, hal ini mengakibatkan informasi tersebut masuk ke bagian khusus dari memori kita.
Tahap terakhir yang berpengaruh pada persepsi ialah Recall, karena biasanya kita akan mengingat kembali hal - hal mengenai seseorang atau sesuatu. Dan yang paling mudah kita ingat ialah informasi yang konsisten atau sesuai dengan schema kita mulanya. Hla yang tidak sesuai dengan schema biasanya akn terlupakan dengan mudah.
Sekarang, saya akan menjelaskan mengenai Perceptual Process... Yang pertama adalah Self Fulfilling Prophecy, yaitu mengenai bagaimana kita percaya akan suatu hal dan kemudian hal tersebut menjadi benar karena kita sendiri. Hal ini disebut juga sebagai Pygmalion Effect. Kemudian ada juga mengenai Implisit Personality Theory seperti "Kita percaya orang tersebut memiliki sifat baik, maka segala yang baik akan kita kaitkan dengan orang itu." (Halo Effect) dan "Kita percaya orang tersebut memiliki sifat buruk, maka segala yang buruk akan kita kaitkan dengan orang itu." (Reverse Halo Effect / Horn Effect) Lalu, ada juga mengenai Perceptual Accentuation yaitu ketika kita diarahkan untuk melihat apa yang kita harapkan untuk terlihat. Hal ini mengarahkan anda untuk mengingat hal - hal baik (positive qualities). Hal ini disebut sebagai Pollyanna Effect. Selain beberapa hal diatas, juga ada Primacy - Recency, yaitu ketika memori kita yang terdahulu lebih mempengaruhi persepsi kita (Primacy) dan ketike memori kita yang paling beru mempengaruhi persepsi kita (Recency). Berikutnya adalah Consistency yaitu persepsi kita yang mengaharapkan orang lain yang kita sukai menyukai kita dan mengharapkan orang lain yang tidak kita sukai, tidak menyukai kita. Self-Serving Bias lebih menekankan kita ke arah memandang diri sendiri dan orang lain. Contohnya, ketika orang lain berbuat salah, kita memandang orang tersebut melakukannya karena dari dalam dirinya sendiri, tapi ketika kita berbuat salah, kita berpersepsi bahwa apa yang kita lakukan karena didorong oleh faktor luar...
Tampaknya dari penjelasan saya diatas, sangat terlihat bagaimana Persepsi sangat mudah sekali menyimpang dari yang seharusya. Ada beberapa cara untuk memperbaiki persepsi kita, yaitu menganalisa persepsi kita, mengecek ulang, dan mengurangi keragu-raguan dengan bertanya ulang, serta meningkatkan sensitivitas kita.
Sekian untuk entri saya yang kelima. Pikirkanlah yang seharusnya anda pikirkan, katakan yang seharusnya anda katakan, lakukan yang seharusnya anda lakukan, karena semuanya akan kembali kepada anda... Sampai jumpa di entri saya yang keenam... =)
Click Here To Visit Lentera!!!
Wah... Lama juga saya tidak menulis di jurnal ini, karena berbagai kesibukan yang menghadang (UTS, tugas - tugas dan sebagainya), dan akhirnya saya kembali mengisi entri yang seharusnya saya tulis...
Pada entri yang kelima ini, (saya harap anda tidak bosan - bosan membaca jurnal yang saya tulis...) saya akan membahas mengenai masalah persepsi dalam Komunikasi Interpersonal.
Persepsi adalah bagaimana kita menyadari sesuatu atau seseorang melalui indera kita. Ada lima bagian dalam persepsi yang membentuk persepsi kita, diantaranya:
Stimulation atau stimulasi, yang dimaksud dengan stimulasi adalah bagaimana sebuah rangsangan diterima oleh indera kita... Seperti contohnya, ketika kita sedang mendengarkan musik, atau ketika kita sedang meilhat lukisan. (Jelas sekali persepsi tidak akan terjadi tanpa ada yang 'memicu' pemikiran kita...)
Yang kedua ialah Organization atau pengelompokan, biasanya yang dapat dengan mudah dikenali ialah pengelompokan berdasarkan kemiripan (Similarity) ataupun perbedaan (Contrast), dan dua hal yang saya sebutkan tadi adalah pengelompokan berdasarkan proximity (kemiripan). Selain proximity, juga ada pengelompokan berdasarkan schemata, schemata ialah struktur yang abstrak dan ada hanya dalam pemikiran masing - masing individu yang berdasarkan pengalaman ataupun pandangan tiap - tiap orang. Stereotype dan paradigma merupakan contoh dari schemata yang saya sebutkan. Dan yang terakhir, ada pengelompokan berdasarkan scripts, scripts yang dimaksud disini adalah bagaimana informasi yang diberikan sudah dirinci dan diurutkan sehingga menjadi suatu prosedur yang sistematis.
Tahap yang ketiga yang dilalui persepsi ialah Interpretation-Evaluation, interpretasi dan evaluasi adalah tahap dimana kita mencoba untuk mengartikan dan mengevaluasi kembali apa yang kita ketahui dari sesuatu tersebut.
Selanjutnya ialah Memory, tahap ini membuat kita menyaring informasi yang kita terima dari luar sebagaimana yang telah kita interpretasikan dari tahap yang ketiga. Biasanya, hal - hal yang sesuai dengan pandangan kita pada sesuatu atau seseorang akan dengan mudah masuk ke memori kita, namun hal - hal yang tidak sesuai sering kita lupakan, karena kita menganggap hal tersebut tidak equivalent dengan premis kita semula. Namun, ada kalanya hal yang berkontradiksi dengan interpretasi kita semula mengakibatkan kita untuk memikirkan ulang mengenai pendapat kita, hal ini mengakibatkan informasi tersebut masuk ke bagian khusus dari memori kita.
Tahap terakhir yang berpengaruh pada persepsi ialah Recall, karena biasanya kita akan mengingat kembali hal - hal mengenai seseorang atau sesuatu. Dan yang paling mudah kita ingat ialah informasi yang konsisten atau sesuai dengan schema kita mulanya. Hla yang tidak sesuai dengan schema biasanya akn terlupakan dengan mudah.
Sekarang, saya akan menjelaskan mengenai Perceptual Process... Yang pertama adalah Self Fulfilling Prophecy, yaitu mengenai bagaimana kita percaya akan suatu hal dan kemudian hal tersebut menjadi benar karena kita sendiri. Hal ini disebut juga sebagai Pygmalion Effect. Kemudian ada juga mengenai Implisit Personality Theory seperti "Kita percaya orang tersebut memiliki sifat baik, maka segala yang baik akan kita kaitkan dengan orang itu." (Halo Effect) dan "Kita percaya orang tersebut memiliki sifat buruk, maka segala yang buruk akan kita kaitkan dengan orang itu." (Reverse Halo Effect / Horn Effect) Lalu, ada juga mengenai Perceptual Accentuation yaitu ketika kita diarahkan untuk melihat apa yang kita harapkan untuk terlihat. Hal ini mengarahkan anda untuk mengingat hal - hal baik (positive qualities). Hal ini disebut sebagai Pollyanna Effect. Selain beberapa hal diatas, juga ada Primacy - Recency, yaitu ketika memori kita yang terdahulu lebih mempengaruhi persepsi kita (Primacy) dan ketike memori kita yang paling beru mempengaruhi persepsi kita (Recency). Berikutnya adalah Consistency yaitu persepsi kita yang mengaharapkan orang lain yang kita sukai menyukai kita dan mengharapkan orang lain yang tidak kita sukai, tidak menyukai kita. Self-Serving Bias lebih menekankan kita ke arah memandang diri sendiri dan orang lain. Contohnya, ketika orang lain berbuat salah, kita memandang orang tersebut melakukannya karena dari dalam dirinya sendiri, tapi ketika kita berbuat salah, kita berpersepsi bahwa apa yang kita lakukan karena didorong oleh faktor luar...
Tampaknya dari penjelasan saya diatas, sangat terlihat bagaimana Persepsi sangat mudah sekali menyimpang dari yang seharusya. Ada beberapa cara untuk memperbaiki persepsi kita, yaitu menganalisa persepsi kita, mengecek ulang, dan mengurangi keragu-raguan dengan bertanya ulang, serta meningkatkan sensitivitas kita.
Sekian untuk entri saya yang kelima. Pikirkanlah yang seharusnya anda pikirkan, katakan yang seharusnya anda katakan, lakukan yang seharusnya anda lakukan, karena semuanya akan kembali kepada anda... Sampai jumpa di entri saya yang keenam... =)
Click Here To Visit Lentera!!!
Saturday, September 25, 2010
The Fourth Level -Entry #4-
Readers, welcome to The Erick Leonardo's Journal...
Ini adalah entri saya yang keempat, dan kali ini saya akan menulis tentang diri... Diri adalah sesuatu yang sangat penting dalam Interpersonal Communication, karena tanpa adanya diri - diri yang menjalankan IC, maka, tidak ada komunikasi antara individu yang berbeda latar belakang, pandangan hidup, ataupun mungkin memiliki cerita hidup yang berbeda...
Mengenai tentang diri, apakah anda telah mengenal diri anda dan diri orang lain dengan baik??? Mengenal individu yang anda jadikan lawan bicara ataupun teman sangatlah penting, agar kita tahu batasan mana saja yang dapat kita gunakan dalam berkomunikasi dengan orang - orang disekitar kita.
Hal yang perlu kita ketahui dari diri kita adalah Self Concept kita... Konsep diri adalah bagaimana kita memiliki pandangan terhadap diri kita. Sebagai contoh, orang yang mengonsepkan dirinya sebagai seorang pemimpin akan selalu berpikir kritis untuk memecahkan masalah, dan juga memiliki jiwa seorang pemimpin untuk melakukan sesuatu yang baru dan positif dalam hidupnya agar dapat dijadikan contoh yang dapat ditiru oleh orang lain...
Selain itu, juga ada yang namanya Self Awareness... Yang dimaksud dari self awareness adalah apakah kita menyadari individu yang bagaimanakah kita ini... Individu yang pengertiankah? Atau individu yang semaunya sendiri??? Sehingga kita juga dapat menyadari dan membangun bagaimana hidup kita dan apa yang dapat kita lakukan yang dapat berguna bagi kita dan orang lain...
Yang terakhir adalah Self Esteem, seperti artinya, Self Esteem berarti bagaimana kita menilai diri sendiri, yang biasanya juga dipengaruhi oleh pendapat orang lain disekitar kita. Kita dapat menyadari estimasi orang lain terhadap kita melalui bagaimana penilaian orang lain pada kita, melalui tingkah laku dan tutur bicaranya...
Self Disclosure merupakan sesuatu yang penting, keterbukaan adalah awal dari sebuah perubahan, karena kita dapat membuat diri kita menyadari seberapa orang lain menilai diri kita, seberapa kita menjadi teman bicara yang baik bagi orang lain. Dengan bersikap terbuka, kita dapat membuat orang lain untuk bersikap sebagaimana yang kita inginkan, sehingga konflik antara kita dan lawan bicara dapat dihindari.
Lawan dari Self Disclosure tadi adalah Self Apprehension. Self Apprehension adalah sikap yang menutup diri dari orang lain. Sebenarnya, mungkin hal yang seperti ini bertujuan agar orang lain yang baru berkenalan dengan kita tidak salah paham dengan sikap ataupun sifat kita. Namun, lama kelamaan, hal ini menjadi sebuah gangguan, karena orang lain bisa saja membuat kita merasa tidak enak dan akhirnya terjadilah konflik antar dua individu...
Konsep ini sebenarnya ada dalam Johari Windows... Dalam Johari Windows, dibagi empat ciri berdasarkan kesadaran kita dan orang lain terhadap diri kita:
1. Open (I know myself and YOU know myself too.)
2. Hidden (I know myself but YOU don't know it.)
3. Blind (I don't know myself but YOU know it.)
4. Unknown (Both I and YOU don't know about myself.)
Kita semua pasti menginginkan untuk menjadi tipe Open. Tapi perlu disadari, bahwa dengan keterbukaan, ada kalanya kita dijauhi orang yang kurang suka dengan sifat yang kita miliki. Tetapi kita dapat lebih menghargai orang lain dan diri kita sendiri dalam keterbukaan kita, sehingga relasi yang kita jalin dengan orang lain dapat berjalan dengan baik.
Sekian dulu untuk entri yang keempat... The only ship that can't sink is friendship...
Click Here To Visit Lentera!!!
Ini adalah entri saya yang keempat, dan kali ini saya akan menulis tentang diri... Diri adalah sesuatu yang sangat penting dalam Interpersonal Communication, karena tanpa adanya diri - diri yang menjalankan IC, maka, tidak ada komunikasi antara individu yang berbeda latar belakang, pandangan hidup, ataupun mungkin memiliki cerita hidup yang berbeda...
Mengenai tentang diri, apakah anda telah mengenal diri anda dan diri orang lain dengan baik??? Mengenal individu yang anda jadikan lawan bicara ataupun teman sangatlah penting, agar kita tahu batasan mana saja yang dapat kita gunakan dalam berkomunikasi dengan orang - orang disekitar kita.
Hal yang perlu kita ketahui dari diri kita adalah Self Concept kita... Konsep diri adalah bagaimana kita memiliki pandangan terhadap diri kita. Sebagai contoh, orang yang mengonsepkan dirinya sebagai seorang pemimpin akan selalu berpikir kritis untuk memecahkan masalah, dan juga memiliki jiwa seorang pemimpin untuk melakukan sesuatu yang baru dan positif dalam hidupnya agar dapat dijadikan contoh yang dapat ditiru oleh orang lain...
Selain itu, juga ada yang namanya Self Awareness... Yang dimaksud dari self awareness adalah apakah kita menyadari individu yang bagaimanakah kita ini... Individu yang pengertiankah? Atau individu yang semaunya sendiri??? Sehingga kita juga dapat menyadari dan membangun bagaimana hidup kita dan apa yang dapat kita lakukan yang dapat berguna bagi kita dan orang lain...
Yang terakhir adalah Self Esteem, seperti artinya, Self Esteem berarti bagaimana kita menilai diri sendiri, yang biasanya juga dipengaruhi oleh pendapat orang lain disekitar kita. Kita dapat menyadari estimasi orang lain terhadap kita melalui bagaimana penilaian orang lain pada kita, melalui tingkah laku dan tutur bicaranya...
Self Disclosure merupakan sesuatu yang penting, keterbukaan adalah awal dari sebuah perubahan, karena kita dapat membuat diri kita menyadari seberapa orang lain menilai diri kita, seberapa kita menjadi teman bicara yang baik bagi orang lain. Dengan bersikap terbuka, kita dapat membuat orang lain untuk bersikap sebagaimana yang kita inginkan, sehingga konflik antara kita dan lawan bicara dapat dihindari.
Lawan dari Self Disclosure tadi adalah Self Apprehension. Self Apprehension adalah sikap yang menutup diri dari orang lain. Sebenarnya, mungkin hal yang seperti ini bertujuan agar orang lain yang baru berkenalan dengan kita tidak salah paham dengan sikap ataupun sifat kita. Namun, lama kelamaan, hal ini menjadi sebuah gangguan, karena orang lain bisa saja membuat kita merasa tidak enak dan akhirnya terjadilah konflik antar dua individu...
Konsep ini sebenarnya ada dalam Johari Windows... Dalam Johari Windows, dibagi empat ciri berdasarkan kesadaran kita dan orang lain terhadap diri kita:
1. Open (I know myself and YOU know myself too.)
2. Hidden (I know myself but YOU don't know it.)
3. Blind (I don't know myself but YOU know it.)
4. Unknown (Both I and YOU don't know about myself.)
Kita semua pasti menginginkan untuk menjadi tipe Open. Tapi perlu disadari, bahwa dengan keterbukaan, ada kalanya kita dijauhi orang yang kurang suka dengan sifat yang kita miliki. Tetapi kita dapat lebih menghargai orang lain dan diri kita sendiri dalam keterbukaan kita, sehingga relasi yang kita jalin dengan orang lain dapat berjalan dengan baik.
Sekian dulu untuk entri yang keempat... The only ship that can't sink is friendship...
Click Here To Visit Lentera!!!
Subscribe to:
Posts (Atom)