Readers, selamat datang kembali ke Erick Leonardo's Journal....
Ini adalah entri yang keenam, dan di entri ini saya akan membahas sedikit mengenai Listening...
Ketika saya menyebutkan Listening, apa yang terlintas di pikiran anda? Setiap hari kita semua selalu mendengar... Mulai dari mendengar guru / dosen mengajar, mendengar musik atau berita di TV atau radio, mendengar pembicaraan kawan atau kolega kita, mendengar suara klakson mobil yang memekakkan telinga ketika kita berada di jalan... Tapi apakah semua itu Listening???
Hal tersebut jelas berbeda... ketika kita mendengar, berarti kita tidak melakukan Listening... Kita hanya melakukan Hearing... Listening secara harafiah berarti mendengarkan... Walaupun hanya berbeda di akhiran -kan saja, hal ini memang kelihatan sepele... Namun keduanya sudah jauh berbeda...
Langsung ke contoh saja... (Melihat entri sebelumnya yang terlalu panjang, kelihatannya tidak efektif, justru membuat saya sendiri mengantuk... =D)
Ketika anda sedang berkencan dengan pacar anda, apakah yang akan anda lakukan, mendengar dia berbicara atau mendengarkannya??? Lalu, ketika kita berada di ruang kuliah, apakah anda mendengar dosen berbicara atau mendengarkan dosen tersebut???
Mendengar berarti kita hanya menampung semua hal yang dibicarakan... Sama halnya seperti kita mendengar bunyi klakson mobil... (Tentunya anda tidak memperlakukan kata-kata dosen atau pacar anda seperti bunyi klakson mobil, kan?) Sedangkan mendengarkan, berarti kita mendengar kata-kata dan DILANJUTKAN dengan tahap - tahap Listening...
Tahap yang pertama ialah Receiving (menerima) dimana kita menerima semua yang kita dengar... Lalu, Understanding (memahami), jika anda meningat ada sebuah iklan yang bermottokan "Always Listening, Always Understanding", mungkin hal tersebut ada benarnya juga... Bukan "Always Hearing, Always Understanding" (hal ini tidak mungkin, jika kita sudah mendengar maka kita akan lupa, dan tidka mungkin kita pahami), atau "Always Listening, Never Understanding" (nah, kalau yang ini bukan Listening, tapi memang keras kepala)...
Tahapan yang ketiga adalah Remembering, yaitu mengingat, hal ini yang sering banyak orang lewati termasuk saya, jadi jika setelah saya mendengarkan orang lain, saya langsung lupa apa yang dibicarakan... Untuk mengatasinya, diperlukan tahapan yang keempat, yaitu Evaluating yaitu mengevaluasi kembali pernyataan (statement) yang dikeluarkan oleh lawan bicara anda, dengan bertanya kembali dan memastikan statement lawan anda... Dan yang terakhir adalah Responding, hal ini yang sangat vital dan kritis, tanpa merespons balik lawan anda, dia tidak akan tahu apakah kita sudah mengerti maksud mereka atau belum...
Banyak hal yang kita butuhkan untuk Listening, kita butuh perhatian, konsentrasi, belajar, memori, berpikir kritis, dan kompetensi untuk memberikan respons... Selain itu, Listening merupakan tahap yang semuanya berlangsung sekaligus...
Styles dalam Listening ada 4 yaitu: Empathic and Objective Listening, Nonjudgmental and Critical Listening, Surface and Depth Listening dan Active and Inactive Listening... Dimana keempatnya menjadi sesuatu yang sangat bertentangan satu dengan lainnya...
Sekian untuk entri saya yang keenam... Remember, to listen to someone, we should not only preparing our ear, but also our mind to think, our mouth to respond, our eyes to contact, and our heart to 'LISTEN WITH HEART'... Sampai jumpa di entri selanjutnya!!! =D
Click Here To Visit Lentera!!!
In a long journey of life, there must be one small path where we must walk our way on, one step at a time...
Sunday, November 28, 2010
Chapter V -Entry #5-
Good day, readers...
Wah... Lama juga saya tidak menulis di jurnal ini, karena berbagai kesibukan yang menghadang (UTS, tugas - tugas dan sebagainya), dan akhirnya saya kembali mengisi entri yang seharusnya saya tulis...
Pada entri yang kelima ini, (saya harap anda tidak bosan - bosan membaca jurnal yang saya tulis...) saya akan membahas mengenai masalah persepsi dalam Komunikasi Interpersonal.
Persepsi adalah bagaimana kita menyadari sesuatu atau seseorang melalui indera kita. Ada lima bagian dalam persepsi yang membentuk persepsi kita, diantaranya:
Stimulation atau stimulasi, yang dimaksud dengan stimulasi adalah bagaimana sebuah rangsangan diterima oleh indera kita... Seperti contohnya, ketika kita sedang mendengarkan musik, atau ketika kita sedang meilhat lukisan. (Jelas sekali persepsi tidak akan terjadi tanpa ada yang 'memicu' pemikiran kita...)
Yang kedua ialah Organization atau pengelompokan, biasanya yang dapat dengan mudah dikenali ialah pengelompokan berdasarkan kemiripan (Similarity) ataupun perbedaan (Contrast), dan dua hal yang saya sebutkan tadi adalah pengelompokan berdasarkan proximity (kemiripan). Selain proximity, juga ada pengelompokan berdasarkan schemata, schemata ialah struktur yang abstrak dan ada hanya dalam pemikiran masing - masing individu yang berdasarkan pengalaman ataupun pandangan tiap - tiap orang. Stereotype dan paradigma merupakan contoh dari schemata yang saya sebutkan. Dan yang terakhir, ada pengelompokan berdasarkan scripts, scripts yang dimaksud disini adalah bagaimana informasi yang diberikan sudah dirinci dan diurutkan sehingga menjadi suatu prosedur yang sistematis.
Tahap yang ketiga yang dilalui persepsi ialah Interpretation-Evaluation, interpretasi dan evaluasi adalah tahap dimana kita mencoba untuk mengartikan dan mengevaluasi kembali apa yang kita ketahui dari sesuatu tersebut.
Selanjutnya ialah Memory, tahap ini membuat kita menyaring informasi yang kita terima dari luar sebagaimana yang telah kita interpretasikan dari tahap yang ketiga. Biasanya, hal - hal yang sesuai dengan pandangan kita pada sesuatu atau seseorang akan dengan mudah masuk ke memori kita, namun hal - hal yang tidak sesuai sering kita lupakan, karena kita menganggap hal tersebut tidak equivalent dengan premis kita semula. Namun, ada kalanya hal yang berkontradiksi dengan interpretasi kita semula mengakibatkan kita untuk memikirkan ulang mengenai pendapat kita, hal ini mengakibatkan informasi tersebut masuk ke bagian khusus dari memori kita.
Tahap terakhir yang berpengaruh pada persepsi ialah Recall, karena biasanya kita akan mengingat kembali hal - hal mengenai seseorang atau sesuatu. Dan yang paling mudah kita ingat ialah informasi yang konsisten atau sesuai dengan schema kita mulanya. Hla yang tidak sesuai dengan schema biasanya akn terlupakan dengan mudah.
Sekarang, saya akan menjelaskan mengenai Perceptual Process... Yang pertama adalah Self Fulfilling Prophecy, yaitu mengenai bagaimana kita percaya akan suatu hal dan kemudian hal tersebut menjadi benar karena kita sendiri. Hal ini disebut juga sebagai Pygmalion Effect. Kemudian ada juga mengenai Implisit Personality Theory seperti "Kita percaya orang tersebut memiliki sifat baik, maka segala yang baik akan kita kaitkan dengan orang itu." (Halo Effect) dan "Kita percaya orang tersebut memiliki sifat buruk, maka segala yang buruk akan kita kaitkan dengan orang itu." (Reverse Halo Effect / Horn Effect) Lalu, ada juga mengenai Perceptual Accentuation yaitu ketika kita diarahkan untuk melihat apa yang kita harapkan untuk terlihat. Hal ini mengarahkan anda untuk mengingat hal - hal baik (positive qualities). Hal ini disebut sebagai Pollyanna Effect. Selain beberapa hal diatas, juga ada Primacy - Recency, yaitu ketika memori kita yang terdahulu lebih mempengaruhi persepsi kita (Primacy) dan ketike memori kita yang paling beru mempengaruhi persepsi kita (Recency). Berikutnya adalah Consistency yaitu persepsi kita yang mengaharapkan orang lain yang kita sukai menyukai kita dan mengharapkan orang lain yang tidak kita sukai, tidak menyukai kita. Self-Serving Bias lebih menekankan kita ke arah memandang diri sendiri dan orang lain. Contohnya, ketika orang lain berbuat salah, kita memandang orang tersebut melakukannya karena dari dalam dirinya sendiri, tapi ketika kita berbuat salah, kita berpersepsi bahwa apa yang kita lakukan karena didorong oleh faktor luar...
Tampaknya dari penjelasan saya diatas, sangat terlihat bagaimana Persepsi sangat mudah sekali menyimpang dari yang seharusya. Ada beberapa cara untuk memperbaiki persepsi kita, yaitu menganalisa persepsi kita, mengecek ulang, dan mengurangi keragu-raguan dengan bertanya ulang, serta meningkatkan sensitivitas kita.
Sekian untuk entri saya yang kelima. Pikirkanlah yang seharusnya anda pikirkan, katakan yang seharusnya anda katakan, lakukan yang seharusnya anda lakukan, karena semuanya akan kembali kepada anda... Sampai jumpa di entri saya yang keenam... =)
Click Here To Visit Lentera!!!
Wah... Lama juga saya tidak menulis di jurnal ini, karena berbagai kesibukan yang menghadang (UTS, tugas - tugas dan sebagainya), dan akhirnya saya kembali mengisi entri yang seharusnya saya tulis...
Pada entri yang kelima ini, (saya harap anda tidak bosan - bosan membaca jurnal yang saya tulis...) saya akan membahas mengenai masalah persepsi dalam Komunikasi Interpersonal.
Persepsi adalah bagaimana kita menyadari sesuatu atau seseorang melalui indera kita. Ada lima bagian dalam persepsi yang membentuk persepsi kita, diantaranya:
Stimulation atau stimulasi, yang dimaksud dengan stimulasi adalah bagaimana sebuah rangsangan diterima oleh indera kita... Seperti contohnya, ketika kita sedang mendengarkan musik, atau ketika kita sedang meilhat lukisan. (Jelas sekali persepsi tidak akan terjadi tanpa ada yang 'memicu' pemikiran kita...)
Yang kedua ialah Organization atau pengelompokan, biasanya yang dapat dengan mudah dikenali ialah pengelompokan berdasarkan kemiripan (Similarity) ataupun perbedaan (Contrast), dan dua hal yang saya sebutkan tadi adalah pengelompokan berdasarkan proximity (kemiripan). Selain proximity, juga ada pengelompokan berdasarkan schemata, schemata ialah struktur yang abstrak dan ada hanya dalam pemikiran masing - masing individu yang berdasarkan pengalaman ataupun pandangan tiap - tiap orang. Stereotype dan paradigma merupakan contoh dari schemata yang saya sebutkan. Dan yang terakhir, ada pengelompokan berdasarkan scripts, scripts yang dimaksud disini adalah bagaimana informasi yang diberikan sudah dirinci dan diurutkan sehingga menjadi suatu prosedur yang sistematis.
Tahap yang ketiga yang dilalui persepsi ialah Interpretation-Evaluation, interpretasi dan evaluasi adalah tahap dimana kita mencoba untuk mengartikan dan mengevaluasi kembali apa yang kita ketahui dari sesuatu tersebut.
Selanjutnya ialah Memory, tahap ini membuat kita menyaring informasi yang kita terima dari luar sebagaimana yang telah kita interpretasikan dari tahap yang ketiga. Biasanya, hal - hal yang sesuai dengan pandangan kita pada sesuatu atau seseorang akan dengan mudah masuk ke memori kita, namun hal - hal yang tidak sesuai sering kita lupakan, karena kita menganggap hal tersebut tidak equivalent dengan premis kita semula. Namun, ada kalanya hal yang berkontradiksi dengan interpretasi kita semula mengakibatkan kita untuk memikirkan ulang mengenai pendapat kita, hal ini mengakibatkan informasi tersebut masuk ke bagian khusus dari memori kita.
Tahap terakhir yang berpengaruh pada persepsi ialah Recall, karena biasanya kita akan mengingat kembali hal - hal mengenai seseorang atau sesuatu. Dan yang paling mudah kita ingat ialah informasi yang konsisten atau sesuai dengan schema kita mulanya. Hla yang tidak sesuai dengan schema biasanya akn terlupakan dengan mudah.
Sekarang, saya akan menjelaskan mengenai Perceptual Process... Yang pertama adalah Self Fulfilling Prophecy, yaitu mengenai bagaimana kita percaya akan suatu hal dan kemudian hal tersebut menjadi benar karena kita sendiri. Hal ini disebut juga sebagai Pygmalion Effect. Kemudian ada juga mengenai Implisit Personality Theory seperti "Kita percaya orang tersebut memiliki sifat baik, maka segala yang baik akan kita kaitkan dengan orang itu." (Halo Effect) dan "Kita percaya orang tersebut memiliki sifat buruk, maka segala yang buruk akan kita kaitkan dengan orang itu." (Reverse Halo Effect / Horn Effect) Lalu, ada juga mengenai Perceptual Accentuation yaitu ketika kita diarahkan untuk melihat apa yang kita harapkan untuk terlihat. Hal ini mengarahkan anda untuk mengingat hal - hal baik (positive qualities). Hal ini disebut sebagai Pollyanna Effect. Selain beberapa hal diatas, juga ada Primacy - Recency, yaitu ketika memori kita yang terdahulu lebih mempengaruhi persepsi kita (Primacy) dan ketike memori kita yang paling beru mempengaruhi persepsi kita (Recency). Berikutnya adalah Consistency yaitu persepsi kita yang mengaharapkan orang lain yang kita sukai menyukai kita dan mengharapkan orang lain yang tidak kita sukai, tidak menyukai kita. Self-Serving Bias lebih menekankan kita ke arah memandang diri sendiri dan orang lain. Contohnya, ketika orang lain berbuat salah, kita memandang orang tersebut melakukannya karena dari dalam dirinya sendiri, tapi ketika kita berbuat salah, kita berpersepsi bahwa apa yang kita lakukan karena didorong oleh faktor luar...
Tampaknya dari penjelasan saya diatas, sangat terlihat bagaimana Persepsi sangat mudah sekali menyimpang dari yang seharusya. Ada beberapa cara untuk memperbaiki persepsi kita, yaitu menganalisa persepsi kita, mengecek ulang, dan mengurangi keragu-raguan dengan bertanya ulang, serta meningkatkan sensitivitas kita.
Sekian untuk entri saya yang kelima. Pikirkanlah yang seharusnya anda pikirkan, katakan yang seharusnya anda katakan, lakukan yang seharusnya anda lakukan, karena semuanya akan kembali kepada anda... Sampai jumpa di entri saya yang keenam... =)
Click Here To Visit Lentera!!!
Subscribe to:
Posts (Atom)